| By Naked Press

Bahaya Obesitas Pada Anak

Pada tahun 2010, Michelle Obama yang saat itu menjabat First Lady AS menyerukan kampanye Let’s Move di Amerika Serikat yang bertujuan mencegah obesitas pada anak. Di Amerika sendiri obesitas menjadi masalah yang sangat besar dimana saat ini satu dari lima anak umur 6-19 tahun mengalami obesitas.

Source: Childhood Obesity Facts

Bagaimana dengan di Indonesia? Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada 2013, persentase obesitas anak di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN. Hampir 12 persen anak Indonesia mengalami obesitas. Jika dirinci lagi, dari 17 juta anak yang mengalami obesitas di ASEAN, hampir 7 jutanya berasal dari Indonesia. Angka ini hanya mencakup balita. Jika ditambah lagi dengan kisaran anak-anak berumur 5-10 tahun, angkanya mungkin semakin bertambah.

Source: Obesitas Mengancam Anak Indonesia

Apa sebenarnya obesitas anak?

Umumnya anak disebut obesitas jika memiliki berat badan di atas batas normal umur dan tinggi badannya. Obesitas dapat memperbesar resiko penyakit berbahaya seperti diabetes, hipertensi, hingga kolesterol. Selain itu, anak yang obesitas sering kehilangan rasa percaya diri bahkan hingga depresi.

Tapi ingat, tidak semua anak yang memiliki berat badan lebih berarti obesitas lho! Cara efektif untuk memastikannya adalah mengukur body mass index (BMI) dengan bantuan online scale seperti pada website NHLBI dan Smart BMI Calculator, atau bisa juga dengan bantuan alat seperti Tanita.

*Jika kamu masih ragu, boleh menghubungi dokter.

Penyebab obesitas pada anak

Faktor utama yang menjadi pemicu obesitas adalah cara makan yang kurang tepat dan kurang gerak tubuh. Cemilan yang terlalu banyak gula, junk food, serta keseringan menghabiskan waktu di depan TV atau gadget bisa menjadi musuh kesehatan anak. 

Bagaimana mencegahnya?

Mulai makan sehat dan seimbang. Fill your plate with color, alias makan beragam sayur, kacang-kacangan, buah di samping nasi dan daging. Hindari minuman manis yang banyak mengandung gula, hati-hati juga dalam memilih jus buah. Banyak jus kemasan yang mengandung pemanis, pengawet, dan pewarna. Jika kamu membeli jus, pastikan jus dari sayur buah alami tanpa tambahan pemanis ya!  Dan penting banget untuk say NO to fast food.

Lakukan kebiasaan baik di rumah seperti makan bersama di meja makan, hindari makan di depan TV yang bisa mengakibatkan kita makan kebanyakan. Perbanyak aktivitas yang membuat anak bergerak seperti bermain di halaman, bersepeda, atau ajak hiking!

Dengan mulai kebiasaan hidup sehat dari kecil, kita membantu menyelamatkan anak-anak kita dari berbagai penyakit di kemudian hari. Let’s start now!

Green love!

Leave A Comment

December Guest Editor